asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.7094+0.0168 ( +2.43% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT84,442.0-23.65 ( -0.03% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,692.36+8.13 ( +0.3% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT92.156-1.96 ( -2.08% )
tether usd iconlisk iconLSKUSDT0.4107+0.0597 ( +17.01% )
tether usd iconneon evm iconNEONUSDT0.06638+0.01847 ( +38.55% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT117.04+2.17 ( +1.89% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT1.0101+0.0507 ( +5.29% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.5365+0.0373 ( +2.49% )
Powered by
powered by triv
News - Technology

Perebutan Kendali: Afrika Jadi Medan Perang Persaingan Teknologi Keuangan AS vs China

User
May 8, 2026 | 07:47 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
May 8, 2026 | 07:47 WIB
Perebutan Kendali: Afrika Jadi Medan Perang Persaingan Teknologi Keuangan AS vs China

​Benua Afrika kini terjepit di tengah perebutan pengaruh digital antara Amerika Serikat dan China yang kian agresif. Laporan terbaru Irregular Warfare Initiative (IWI) pada Rabu (6/5) mengungkapkan bahwa kedua kekuatan global tersebut sedang berlomba menanamkan kendali melalui infrastruktur keuangan. China secara sistematis mendorong sistem CIPS untuk memutus ketergantungan pada Dolar, sementara AS memperketat pengawasan melalui standar ISO 20022. Bagi negara-negara Afrika, kedua teknologi ini membawa risiko serupa: hilangnya kedaulatan atas data dan sistem keuangan nasional mereka.

​Di level akar rumput, rakyat Afrika mulai beralih ke Web3 dan stablecoin sebagai pelarian dari inflasi dan sistem perbankan tradisional yang dianggap usang. Namun, langkah ini justru menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, teknologi ini menawarkan kemandirian; di sisi lain, infrastruktur blockchain yang ditawarkan pihak asing baik BSN milik China maupun platform Web3 yang didominasi modal Barat tetap menyimpan risiko pengintaian dan eksploitasi data. Afrika kini berisiko hanya menjadi objek uji coba dalam perlombaan senjata finansial yang tidak memihak pada kepentingan lokal.

​Urgensi kedaulatan digital kini menjadi harga mati bagi pemimpin Afrika untuk menghindari ketergantungan permanen pada salah satu blok. Bergantung pada sistem China berarti tunduk pada protokol tertutup Beijing, namun sepenuhnya mengikuti standar Barat juga berarti memberikan akses penuh bagi lembaga keuangan internasional untuk mendikte ekonomi domestik. Tantangan besar benua ini adalah membangun regulasi mandiri yang tangguh, sebelum mereka benar-benar kehilangan kontrol atas masa depan digitalnya di tangan kekuatan global.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

Data CPI Bulan Agustus Rilis, Inflasi AS Tetap di 3,4%
News - Breaking News
September 11, 2026 | 19:34 WIB