Nvidia dilaporkan sepakat mengakuisisi platform kecerdasan buatan sumber terbuka (open-source) Hugging Face dengan nilai transaksi mencapai $12,9 miliar atau sekitar Rp204 triliun. Langkah strategis yang dilaporkan The Information pada Kamis (27/8) ini mencuat setelah Hugging Face sempat didekati oleh pihak lain, memicu negosiasi intensif hingga mencapai kesepakatan akuisisi dengan Nvidia.
​Jika transaksi resmi rampung, akuisisi ini akan menempatkan salah satu pusat kolaborasi dan repositori model open-source AI terbesar di dunia langsung di bawah naungan Nvidia. Manuver ini memperkuat posisi vertikal Nvidia di seluruh lapisan teknologi kecerdasan buatan, mengintegrasikan bisnis perangkat keras (hardware) dengan ekosistem perangkat lunak (software), foundational models, serta komunitas jutaan pengembang global.
​Langkah ini melanjutkan agresivitas korporasi setelah kesepakatan lisensi senilai $20 miliar dengan startup AI Groq. Hugging Face sendiri baru-baru ini sempat menjadi sorotan terkait insiden keamanan siber akibat kesalahan rekayasa internal, di mana pemulihan sistemnya turut memanfaatkan model berbasis Nvidia. Kendati kabar kesepakatan bernilai masif ini telah dikonfirmasi sejumlah sumber internal industri, pihak Nvidia dan Hugging Face belum memberikan pernyataan resmi kepada publik.



