Platform prediction market Polymarket membatasi dan menghentikan sementara aktivitas perdagangan di platform internasionalnya per Kamis (29/10). Langkah tersebut diambil setelah tim developer mengonfirmasi adanya insiden keamanan yang melibatkan salah satu penyedia layanan pihak ketiga (third-party provider) serta laporan penarikan dana tanpa izin dari sejumlah pengguna.
​Manajemen Polymarket menyatakan telah berhasil mengidentifikasi dan memperbaiki masalah utama pada sistem mereka. Meski platform belum mengumumkan perincian resmi total kerugian, estimasi dari komunitas dan laporan aktivitas transaksi mencatat adanya pembobolan wallet pengguna dengan nilai mencapai $2,68 juta atau sekitar Rp42 miliar.
​Sebagai bentuk tanggung jawab, Polymarket menegaskan bahwa seluruh pengguna yang terdampak insiden ini akan mendapatkan penggantian rugi penuh. Selain itu, pihak perusahaan juga telah melaporkan kasus peretasan yang melibatkan penyedia layanan pihak ketiga ini kepada aparat penegak hukum untuk proses investigasi lebih lanjut.
​Untuk menjaga keamanan aset pengguna, Polymarket membatasi perdagangan dan kini tengah fokus memulihkan platform agar bisa beroperasi normal kembali. Insiden ini menambah panjang deretan eksploitasi keamanan di sektor prediction market dalam sepekan terakhir, setelah sebelumnya platform Predict.fun juga melaporkan pembobolan senilai $400.000.



