


​Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) resmi memulai perdagangan produksi terbatas untuk saham dan surat utang negara (Treasuries) yang ter-tokenisasi pada Rabu, 15 Juli 2026. Inisiatif skala besar ini melibatkan hampir 40 firma keuangan dan penyedia teknologi global, termasuk nama besar seperti BlackRock, JPMorgan, Goldman Sachs, Vanguard, hingga NYSE. Uji coba ini mencakup berbagai aset strategis seperti saham Microsoft, Circle, serta ETF populer seperti QQQ dan SPY.
​Dalam ujicoba perdagangan perdana yang berlangsung hari ini, JPMorgan berhasil melakukan tokenisasi pada sebagian kepemilikan saham Invesco QQQ Trust. Teknologi ini bekerja dengan mencatat digital twin dari sekuritas yang dipegang oleh DTC ke dalam wallet partisipan. Seluruh aset hasil tokenisasi ini dirancang agar dapat dipertukarkan dengan saham tradisional, sehingga pemegang token tetap memiliki hak kepemilikan, dividen, dan hak tata kelola yang sama persis dengan sekuritas aslinya.
​Proses tokenisasi ini diselesaikan melalui jaringan Hyperledger Besu milik DTCC atau Canton Network untuk memfasilitasi transfer kolateral dan transaksi repo. Presiden sekaligus CEO DTCC, Frank La Salla, menegaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk membebaskan likuiditas yang selama ini terkunci dalam sistem konvensional dengan tetap mengedepankan keamanan serta resiliensi sistem.
​Langkah strategis ini menandai babak baru bagi adopsi aset digital dalam infrastruktur pasar modal arus utama. Setelah fase uji coba ini, DTCC menjadwalkan peluncuran layanan tokenisasi secara penuh pada Oktober 2026 mendatang. Mengingat DTCC adalah infrastruktur inti yang memproses transaksi sekuritas senilai US$4,7 kuadriliun sepanjang 2025, inovasi ini diprediksi akan menjadi standar baru dalam efisiensi sistem keuangan global.