asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT66,998.9-1152.44 ( -1.69% )
CTSIUSDT0.041+0.01919 ( +87.99% )
DUSDT0.00812-0.00197 ( -19.52% )
ETHUSDT2,065.54-76.98 ( -3.59% )
NOMUSDT0.00841+0.00184 ( +28.01% )
SOLUSDT79.12-4.61 ( -5.51% )
SOLVUSDT0.00571+0.00196 ( +52.27% )
STOUSDT0.2465-0.1744 ( -41.44% )
TRXUSDT0.3153-0.0003 ( -0.1% )
Powered by
Breaking News

Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran Jika Tak Ada Kesepakatan

User
April 2, 2026 | 09:06 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
April 2, 2026 | 09:06 WIB
Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran Jika Tak Ada Kesepakatan

Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman baru terhadap Iran dengan menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menargetkan pembangkit listrik dan infrastruktur energi jika tidak tercapai kesepakatan dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara kedua negara. Trump menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas listrik dan energi Iran menjadi salah satu opsi utama jika negosiasi gagal mencapai hasil.

Selain pembangkit listrik, target potensial juga mencakup fasilitas energi lainnya seperti ladang minyak dan infrastruktur strategis yang menjadi tulang punggung pasokan energi Iran. Langkah ini dinilai dapat memberikan tekanan besar terhadap kemampuan operasional negara tersebut.

Ancaman ini muncul di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung, meskipun hingga saat ini belum ada kesepakatan konkret antara kedua pihak. Situasi ini semakin meningkatkan ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, Iran sebelumnya telah memperingatkan akan melakukan balasan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk jika serangan terhadap jaringan listriknya benar benar terjadi.

Eskalasi ini juga berdampak langsung pada pasar global, terutama sektor energi, di mana harga minyak mengalami lonjakan akibat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa konflik berpotensi semakin meluas, dengan risiko meningkatnya serangan terhadap infrastruktur vital yang dapat berdampak besar pada ekonomi global.

Copiedbagikan