


​Platform trading card game (TCG) berbasis NFT yang berjalan di jaringan Layer 2 Blast, Fantasy Top, resmi mengumumkan penghentian operasional mereka setelah dua tahun berjalan. Keputusan ini diambil setelah pihak manajemen melakukan evaluasi mendalam selama berbulan-bulan untuk mengeksplorasi opsi alternatif, sebelum akhirnya resmi merilis pengumuman pada Rabu (20/5).
​Sang founder yang menggunakan nama samaran Kipit mengungkapkan bahwa proyek ini tumbang karena ketidakcocokan struktural antara mekanisme game kartu tradisional dengan ekosistem kripto. Menurutnya, monetisasi kartu yang terlalu instan membuat platform terjebak dalam pengelolaan sentimen ekonomi ketimbang membangun gameplay yang solid. Dampaknya, proyek tersebut justru menarik minat para spekulan dan investor jangka pendek, alih-alih membangun basis pemain yang loyal.
​Kendati sempat meroket masuk ke dalam jajaran 10 besar protokol dengan pendapatan tertinggi pada 2024, Fantasy Top memastikan bakal mengembalikan dana para investor tahap awal (pre-seed dan seed) mereka secara penuh sebesar 100%. Langkah pengembalian dana ini dapat direalisasikan karena seluruh biaya operasional perusahaan selama ini murni ditutupi oleh penghasilan dari produk game tersebut, sehingga modal modal dari pemodal ventura seperti Dragonfly dan Alliance DAO dipastikan masih utuh.