​Kementerian Keuangan Amerika Serikat (US Treasury) mengumumkan aksi intervensi pasar berupa pembelian kembali (debt buyback) obligasi jangka panjang dengan nilai hingga $6 miliar yang akan dieksekusi pada Kamis (24/9). Angka ini melonjak tiga kali lipat dari rencana awal sebesar $2 miliar, dipicu oleh lonjakan tajam yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun yang menembus level 5,125%.
​Berdasarkan dokumen resmi Bureau of the Fiscal Service tertanggal 23 September 2026, operasi buyback ini menyasar surat utang negara dengan rentang masa jatuh tempo dari 15 November 2046 hingga 15 Agustus 2056. Langkah ini merupakan bagian dari program pengelolaan kas berkala pemerintah untuk menyerap kembali obligasi berdurasi tinggi di pasar sekunder. Dengan menyerap obligasi berjangka panjang tersebut, Kemenkeu AS berupaya meningkatkan likuiditas pasar sekaligus menyeimbangkan kembali struktur utang pemerintah.
​Kenaikan yield ke atas kisaran 5,1% menandakan tekanan berat pada harga surat utang AS sekaligus memperketat kondisi likuiditas pasar secara global. Melalui suntikan modal pada instrumen berdurasi panjang ini, pemerintah AS berharap dapat menstabilkan pasar obligasi dan menahan laju kenaikan yield agar tidak berlanjut dan mengakibatkan lonjakan suku bunga kredit yang dapat memicu resesi global.



