


​Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan respons keras setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan untuk melanjutkan kembali fase peperangan terhadap Iran. Dalam pernyataan resminya pada Rabu (20/5), Araghchi mengklaim bahwa Kongres AS telah mengakui kehilangan puluhan jet tempur senilai miliaran dolar, serta menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran menjadi pihak pertama yang berhasil menembak jatuh jet siluman F-35 milik AS. Eskalasi ini terjadi seiring berjalannya konflik bersenjata antara kedua negara yang telah berlangsung selama hampir tiga bulan terakhir pasca-peluncuran operasi militer di wilayah Timur Tengah.
​Di tengah memanasnya ancaman dari Iran, tensi politik internal di Washington ikut bergeser setelah Senat AS secara resmi meloloskan langkah legislatif untuk membatasi aksi militer sepihak oleh pihak Gedung Putih. Melalui pemungutan suara yang berakhir dengan hasil tipis 50-47, Senat resmi memajukan rancangan Iran War Powers Resolution setelah sebelumnya mengalami kegagalan dalam tujuh kali upaya pengajuan berturut-turut. Melalui resolusi baru ini, pemerintah AS nantinya diwajibkan untuk mendapatkan persetujuan resmi dari Kongres sebelum dapat melanjutkan atau mengeksekusi serangan militer tambahan ke wilayah Iran.