


Riset terbaru dari Oobit (07/04) mengungkap tren baru di dunia kerja Amerika Serikat: banyak karyawan yang mulai melirik aset kripto sebagai bagian dari penghasilan mereka. Dari seribu lebih pekerja yang disurvei, 43% karyawan mengaku tertarik menerima sebagian gaji dalam bentuk kripto. Bahkan, bagi mereka yang sudah terbiasa investasi di industri ini, minatnya melonjak hingga 57%.
Sayangnya, keinginan karyawan ini masih berbenturan dengan kesiapan perusahaan. Saat ini, baru sekitar 7% perusahaan yang benar-benar punya sistem pembayaran kripto. Padahal, banyak pekerja (terutama dari Gen Z dan Milenial) yang berharap kantor mereka segera menyediakan opsi tersebut. Mayoritas dari mereka tidak minta digaji penuh pakai kripto, melainkan cukup sekitar 27% saja dari total gaji bulanan untuk dijadikan investasi.
Meski peminatnya membludak, ada alasan kuat kenapa perusahaan dan sebagian karyawan lain masih ragu. Masalah utamanya adalah naik-turunnya harga (volatilitas) yang ekstrem serta aturan pajak yang dianggap masih rumit. Agar sistem ini bisa berjalan mulus di market, para pekerja berharap adanya regulasi yang lebih jelas dari pemerintah dan alat konversi yang mudah agar saldo kripto bisa cepat dicairkan menjadi uang tunai untuk belanja sehari-hari.