


​Harga Aave (AAVE) merosot tajam hampir 20% hingga menyentuh level 90 pada Senin pagi setelah protokol Kelp DAO terkena eksploitasi masif senilai $293 juta. Insiden ini menyebabkan Aave terjebak dengan utang buruk sekitar $196 juta. Kondisi tersebut memicu kepanikan di market hingga menyebabkan penarikan dana besar-besaran senilai $8 miliar dari total nilai terkunci (TVL) Aave dalam waktu singkat.
​Tekanan jual semakin diperparah oleh aksi para whale dan institusi besar yang menarik aset mereka demi mengamankan likuiditas. Bursa kripto MEXC dilaporkan menarik dana $431 juta, disusul Abraxas Capital sebesar $392 juta, serta wallet anonim lainnya yang menarik ratusan juta dolar. Penarikan massal ini sempat membuat TVL Aave terjun bebas dari $26,4 miliar menjadi $17,5 miliar.
​Meskipun tim developer Aave telah bergerak cepat dengan membekukan pasar rsETH di versi V3 dan V4, kekhawatiran atas keamanan protokol tetap membayangi investor ritel. Namun, di tengah aksi jual ini, data derivatif justru menunjukkan anomali yang menarik. Terjadi lonjakan Open Interest (OI) sebesar 17% yang disertai dengan funding rate negatif, sebuah kondisi teknis yang sering kali menjadi tanda awal terjadinya short squeeze atau pembalikan harga secara mendadak.