Investor kripto di Eropa cenderung lebih memilih aset digital dibandingkan akun dana pensiun tradisional sebagai instrumen untuk membangun kekayaan jangka panjang. Berdasarkan hasil survei dari bursa kripto OKX yang dirilis pada Kamis (29/10), sebanyak 19% responden Eropa menganggap aset kripto sebagai sarana utama akumulasi kekayaan, sementara yang memilih akun pensiun konvensional hanya sebesar 8%.
Temuan riset OKX ini menunjukkan kontras yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan sudut pandang investor di Amerika Serikat. Di kawasan AS, akun pensiun tradisional masih memegang dominasi dengan dipilih oleh 21% responden, sementara aset kripto hanya diminati oleh 12% peserta survei sebagai instrumen tabungan hari tua.
Secara umum di kedua kawasan, sektor real estat atau properti tetap memimpin sebagai pilihan aset favorit untuk membangun kekayaan jangka panjang dengan porsi 34%. Kendati demikian, kecenderungan berinvestasi di aset digital tercatat sangat kuat pada kelompok usia muda di bawah 45 tahun, di mana sekitar 51% responden berencana menambah alokasi portofolio kripto mereka dalam kurun lima tahun ke depan.
Pergeseran preferensi di Eropa ini juga dipicu oleh kekhawatiran generasi muda terhadap kecukupan dana pensiun dari pemerintah. Sementara itu di AS, adopsi kripto dalam skema dana pensiun pekerja masih menghadapi tantangan regulasi serta resistensi publik akibat kekhawatiran terhadap risiko volatilitas pasar digital yang dinilai tinggi.



