asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BRUSDT0.12764+0.00823 ( +6.89% )
BTCUSDT66,544.7+352.8 ( +0.53% )
DOGEUSDT0.09063-0.0006 ( -0.66% )
ETHUSDT1,996.51+2.23 ( +0.11% )
NOMUSDT0.00282+0.0009 ( +46.88% )
PENGUUSDT0.006315-0.000148 ( -2.29% )
SOLUSDT82.22-0.6 ( -0.72% )
TRXUSDT0.3184+0.0072 ( +2.31% )
XRPUSDT1.3336-0.0034 ( -0.25% )
Powered by
News

Robert Kiyosaki Himbau Tidak Berinvestasi di Instrumen yang Bisa Dicetak Pemerintah

User
March 28, 2026 | 14:24 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
March 28, 2026 | 14:24 WIB
Robert Kiyosaki Himbau Tidak Berinvestasi di Instrumen yang Bisa Dicetak Pemerintah

Penulis buku keuangan terkenal Robert Kiyosaki kembali menegaskan pendekatan investasinya yang berfokus pada aset nyata. Ia menyatakan tidak berinvestasi pada instrumen yang dapat dicetak oleh pemerintah, perbankan, maupun institusi keuangan besar di Wall Street.

Menurut Kiyosaki, aset seperti uang fiat dinilai rentan terhadap inflasi karena dapat diproduksi dalam jumlah besar oleh otoritas moneter. Oleh karena itu, ia memilih untuk menempatkan dananya pada aset yang memiliki keterbatasan suplai.

Beberapa aset yang disebutkan antara lain emas, perak, serta aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum. Ia menilai aset aset tersebut memiliki karakteristik yang lebih tahan terhadap penurunan nilai akibat ekspansi moneter.

Pendekatan ini sejalan dengan pandangan yang melihat Bitcoin sebagai aset dengan suplai terbatas, sementara emas dan perak telah lama dianggap sebagai penyimpan nilai dalam jangka panjang.

Pernyataan Kiyosaki muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap kebijakan moneter global dan dampaknya terhadap nilai mata uang. Dalam beberapa tahun terakhir, diskusi mengenai inflasi dan daya beli menjadi semakin relevan, terutama setelah berbagai stimulus ekonomi yang dilakukan oleh bank sentral.

Dengan strategi ini, Kiyosaki menekankan pentingnya diversifikasi ke aset yang tidak bergantung pada kebijakan pencetakan uang, seiring meningkatnya ketidakpastian dalam sistem keuangan global.

Copiedbagikan