asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.7052-0.0077 ( -1.08% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT83,159.1+24.94 ( +0.03% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,540.77+34.93 ( +1.39% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT85.585+0.29 ( +0.34% )
tether usd icontreasure iconMAGICUSDT0.1358+0.0151 ( +12.51% )
tether usd iconquant iconQNTUSDT230.46-12.95 ( -5.32% )
tether usd iconsonic iconSUSDT0.05798+0.00887 ( +18.06% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT110.73+1.13 ( +1.03% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT1.1048+0.0044 ( +0.4% )
Powered by
powered by triv
News

Rupiah Kembali Melemah ke Rp17.949 per Dolar AS

User
June 24, 2026 | 16:58 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
June 24, 2026 | 17:06 WIB
Rupiah Kembali Melemah ke Rp17.949 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan setelah melemah 0,52% ke level Rp17.949 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan tersebut terjadi seiring penguatan dolar AS yang masih mendominasi pasar keuangan global.

Tekanan terhadap rupiah muncul di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Sikap hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh serta kekhawatiran inflasi AS membuat investor kembali memburu aset berbasis dolar.

Penguatan dolar tidak hanya menekan rupiah, tetapi juga sejumlah mata uang negara berkembang lainnya. Arus modal global cenderung bergerak ke aset yang dianggap lebih aman ketika ketidakpastian ekonomi dan geopolitik meningkat.

Selain faktor eksternal, pasar juga masih mencermati kondisi fundamental domestik. Tingginya kebutuhan valuta asing untuk impor dan pembayaran kewajiban luar negeri menjadi salah satu faktor yang membatasi ruang penguatan rupiah dalam jangka pendek.

Bank Indonesia sebelumnya telah beberapa kali menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan risiko inflasi. Terbaru, BI menaikkan suku bunga menjadi 5,75% sebagai bagian dari upaya mempertahankan stabilitas rupiah di tengah volatilitas global yang tinggi.

Di sisi lain, perkembangan geopolitik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah dan pergerakan harga energi dunia, masih menjadi faktor yang memengaruhi sentimen investor terhadap aset negara berkembang. Kondisi tersebut membuat pergerakan rupiah tetap rentan terhadap perubahan sentimen pasar global.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read