asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT67,300.0-2352.15 ( -3.38% )
EPICUSDT0.572+0.14 ( +32.41% )
ETHUSDT1,885.07-98.42 ( -4.96% )
HOMEUSDT0.04111-0.0074 ( -15.26% )
HYPEUSDT73.172+0.77 ( +1.07% )
PORTALUSDT0.02362+0.00265 ( +12.64% )
SOLUSDT75.58-3.85 ( -4.85% )
SUIUSDT0.8379-0.0109 ( -1.28% )
XRPUSDT1.2426-0.0244 ( -1.93% )
Powered by
News - Breaking News

Makin Tertekan, Perbankan Jual Dollar AS Melewati Rp18.000

User
June 3, 2026 | 17:35 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
June 3, 2026 | 17:35 WIB
Makin Tertekan, Perbankan Jual Dollar AS Melewati Rp18.000

Tekanan terhadap rupiah semakin nyata setelah sejumlah bank asing di Indonesia mulai menawarkan dolar AS di atas level Rp18.000 per dolar, meski kurs pasar spot masih berada di bawah angka tersebut.

Pada perdagangan Rabu pagi (3/6), rupiah sempat melemah sekitar 0,45% ke kisaran Rp17.920 per dolar AS. Namun di pasar perbankan, beberapa bank asing telah mematok kurs jual dolar yang melampaui level psikologis Rp18.000.

Data menunjukkan Bank UOB Indonesia menawarkan kurs jual dolar hingga Rp18.083 per dolar AS, sementara Bank OCBC NISP menetapkan kurs jual sekitar Rp18.058 per dolar AS untuk transaksi tertentu.

Fenomena ini mencerminkan tingginya permintaan valuta asing di tengah pelemahan rupiah yang terus berlanjut dalam beberapa pekan terakhir. Selain faktor eksternal seperti penguatan dolar AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik global, pasar juga menghadapi tekanan dari kebutuhan dolar untuk impor, pembayaran utang luar negeri, serta repatriasi dividen.

Tekanan terhadap rupiah juga diperburuk oleh menyusutnya surplus perdagangan Indonesia ke level terendah sejak 2020 serta meningkatnya inflasi domestik yang mengurangi daya dukung fundamental rupiah.

Sebelumnya, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% untuk membantu menahan pelemahan rupiah dan menjaga stabilitas pasar keuangan.

Copiedbagikan