Nilai tukar rupiah dibuka melemah menyentuh Rp18.150 per dolar AS pada selasa, 27 Oktober 2026.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan ketidakpastian global turut membayangi rupiah, termasuk inflasi AS yang masih melampaui target dan kemungkinan suku bunga tinggi bertahan lebih lama. Perkembangan kebijakan Federal Reserve menjadi salah satu tantangan bagi stabilitas nilai tukar.
Destry menegaskan BI terus memantau pasar dan penyebab pergerakan rupiah. Bank sentral menyiapkan berbagai instrumen stabilisasi, termasuk intervensi valuta asing serta insentif lindung nilai untuk membantu mengurangi risiko perubahan kurs.


.png)
