


​Pemerintah Rusia melalui badan sensor Roskomnadzor bersiap memblokir akses ke exchange kripto asing yang tidak terdaftar di dalam negeri mulai musim panas 2026. Langkah ini bertujuan untuk mengalihkan aktivitas perdagangan warga Rusia yang mencapai $648 juta per hari ke platform domestik yang teregulasi. Pada hari kamis (19/2), para ahli hukum menyebutkan bahwa kebijakan ini terutama menyasar exchange yang tidak mematuhi aturan internasional terhadap Rusia.
​Pemblokiran ini akan diperkuat dengan teknologi AI dan machine learning terbaru senilai $29 juta yang mampu mendeteksi lalu lintas data ke platform terlarang. Selain masalah kepatuhan, kendala utama bagi exchange internasional adalah aturan Rusia yang mewajibkan server fisik penyimpanan data nasabah harus berada di dalam negeri. Hal ini memaksa exchange global untuk memilih antara melokalisasi infrastruktur mereka atau kehilangan akses ke market Rusia sepenuhnya.
​Meskipun penggunaan VPN dan metode teknis lainnya masih mungkin dilakukan, para ahli memperingatkan bahwa sensor berbasis AI ini akan sangat mengganggu stabilitas akses ke exchange, mining pool, dan layanan data lainnya. Langkah ini merupakan bagian dari regulasi baru yang akan disahkan pada Juli 2026 untuk menekan aliran keluar modal sebesar $15 miliar dalam bentuk biaya transaksi ke luar negeri. Dengan kebijakan ini, Kremlin berupaya memastikan seluruh ekosistem ekonomi digital tetap berada di bawah pengawasan ketat pemerintah.