


​Komunitas kripto di Rusia menghadapi tantangan baru seiring langkah pemerintah memperketat sensor internet menggunakan teknologi canggih. Lembaga sensor media Rusia, Roskomnadzor, dilaporkan mengalokasikan dana sebesar 29 juta dolar AS untuk menerapkan teknologi kecerdasan buatan guna memburu penggunaan Virtual Private Network (VPN). Inisiatif ini dirancang untuk menutup celah yang selama ini digunakan warga untuk mengakses layanan internet yang diblokir pemerintah.
​Dampak dari kebijakan ini sangat serius bagi para trader dan miner kripto kerap mengandalkan VPN untuk mengakses bursa global. Anton Gontarev, direktur komersial di Intelion, memperingatkan adanya potensi ketidakstabilan yang meningkat pada koneksi ke platform luar negeri, mulai dari bursa pertukaran hingga layanan manajemen aset. Penggunaan AI memungkinkan regulator untuk mendeteksi dan memblokir jalur akses alternatif secara otomatis dan jauh lebih cepat dibandingkan metode manual sebelumnya.
​Langkah ini diduga akan digunakan sebagai senjata utama untuk menertibkan bursa kripto asing yang tidak mematuhi regulasi lokal. Nikita Zuborev dari Bestchange menyebut bahwa platform yang belum mengantongi izin resmi berisiko diblokir total dalam waktu dekat karena dianggap melanggar aturan perlindungan data.