​Saham Strategy Inc. (MSTR) mencatatkan lonjakan tajam sebesar 47,65% dalam sebulan terakhir hingga penutupan perdagangan Jumat (18/9). Penguatan signifikan ini menempatkan emiten treasury Bitcoin tersebut di posisi teratas daftar kenaikan saham di indeks Nasdaq-100. Puncaknya terjadi pada sesi akhir pekan, saat saham MSTR ditutup melesat 16,39% ke level $153,92 seiring keberhasilan Bitcoin menembus kembali batas psikologis $80.000.
​Berdasarkan laporan resmi ke SEC per 13 September, Strategy kini menguasai 845.050 BTC dengan total nilai perolehan $63,73 miliar pada harga rata-rata sekitar $75.412 per koin. Portofolio masif yang setara dengan lebih dari 4% total pasokan Bitcoin global ini semakin mengukuhkan posisi perseroan sebagai korporasi publik pemegang kripto terbesar di dunia.
​Menariknya, lonjakan harga saham ini terjadi saat manajemen Strategy memilih menghentikan sementara pembelian Bitcoin dalam dua pekan terakhir dan mengalihkan likuiditasnya untuk aksi korporasi lain. Perseroan menggelontorkan dana segar sebesar $315,6 juta (sekitar Rp5,1 triliun) hanya dalam kurun 31 Agustus hingga 13 September demi mengeksekusi buyback saham preferen Seri A (STRC) guna memangkas beban dividen masa depan, menggenapkan total pembelian kembali saham tersebut hingga menembus $950,8 juta sejak Juli.



