


​Protokol infrastruktur kripto Nexus resmi meluncurkan jaringan Layer 1 (Mainnet) mereka pada Rabu (20/5). Langkah ini menjadi fondasi awal bagi era agentic finance, menyusul maraknya aktivitas AI agents yang kini mulai aktif mengeksekusi transaksi menggunakan modal riil di market kripto. Nexus mengambil momentum ini karena menilai infrastruktur blockchain saat ini mayoritas dirancang untuk pengguna manusia, sehingga kurang optimal dalam memfasilitasi beban kerja entitas kecerdasan buatan.
​Pihak Nexus menjelaskan bahwa AI agents memiliki karakteristik yang jauh berbeda dari pengguna konvensional. Mereka beroperasi dalam hitungan milidetik dan membutuhkan bukti matematis yang valid saat bertransaksi dengan sesama bot. Guna menjawab tantangan tersebut, Nexus L1 mengintegrasikan teknologi Zero-Knowledge Proofs (ZKPs) agar validasi data tidak perlu dilakukan melalui replikasi kerja yang berulang. Pendekatan ini berhasil memangkas biaya komputasi sekaligus mendongkrak kapasitas transaksi jaringan secara signifikan.
​Peluncuran L1 ini merupakan pilar pertama dari struktur Nexus Trifecta. Ke depan, ekosistem tersebut akan dilengkapi dengan integrasi dua komponen keuangan utama yang saat ini masih dalam tahap pengembangan, yaitu bursa terdesentralisasi Nexus Exchange sebagai pusat likuiditas, serta USDX sebagai aset settlement. Melalui kombinasi ini, Nexus berkomitmen membangun infrastruktur keuangan modern yang dapat diverifikasi secara penuh tanpa bergantung pada pembuktian pihak ketiga.