


​SEC secara resmi memperkenalkan draf "Innovation Exemption" yang dirancang untuk mempercepat adopsi aset RWA ke dalam ekosistem blockchain. Dalam pengumuman di konferensi ETHDenver pada Kamis (19/2), Pimpinan SEC Paul Atkins dan Hester Peirce menjelaskan bahwa aturan ini akan memberikan pengecualian terbatas pada regulasi sekuritas tradisional bagi aset yang ditokenisasi. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan jalur legal bagi perdagangan sekuritas on-chain di Amerika Serikat tanpa mengorbankan perlindungan investor.
​Mekanisme pengecualian ini memungkinkan platform perdagangan baru untuk menguji coba produk keuangan inovatif dalam lingkungan yang terkendali, atau sering disebut sebagai regulatory sandbox. Dengan adanya aturan ini, perusahaan besar seperti Nasdaq hingga platform kripto dapat mengeksplorasi perdagangan saham tokenisasi secara lebih fleksibel. SEC menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan inovasi finansial tetap berbasis di AS, sekaligus mengurangi hambatan birokrasi yang selama ini menghambat integrasi teknologi blockchain di pasar modal.
​Meski bersifat terbatas dan memiliki batasan volume tertentu, Innovation Exemption dipandang sebagai tonggak sejarah baru dalam regulasi aset digital. Paul Atkins menyatakan bahwa tujuan akhir dari draf ini adalah membangun kerangka kerja jangka panjang yang memungkinkan pasar modal beroperasi secara lebih efisien dan transparan melalui teknologi distributed ledger. Dengan permintaan global terhadap RWA yang diprediksi akan terus melonjak, SEC berencana untuk segera meresmikan prosedur persetujuan dan standar teknis bagi produk-produk tokenisasi dalam waktu dekat.