Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) resmi mengusulkan kerangka regulasi baru bertajuk Regulation Crypto Assets yang dirancang khusus untuk memfasilitasi jalur penggalangan dana bagi proyek kripto. Melalui rilis yang diterbitkan di situs resmi SEC pada Selasa (18/8), Komisioner SEC Hester M. Peirce menyampaikan bahwa proposal ini bertujuan meruntuhkan hambatan lama dalam pembentukan modal serta inovasi, sekaligus memberikan kepastian hukum yang jelas bagi para developer di industri kripto tanpa harus terbentur aturan sekuritas konvensional yang kaku.
Proposal regulasi ini memuat dua skema pengecualian registrasi di bawah Undang-Undang Sekuritas 1933. Skema pertama adalah pengecualian rintisan (startup exemption) yang mengizinkan penawaran hingga $5 juta dalam periode empat tahun. Skema kedua adalah pengecualian penggalangan dana (fundraising exemption) dengan batas penawaran hingga $75 juta per periode 12 bulan, yang disertai kewajiban penyampaian laporan keuangan dan keterbukaan informasi berkelanjutan berbasis prinsip. Ketentuan antipenipuan dan antimanipulasi pasar modal federal tetap diberlakukan secara penuh pada kedua skema tersebut.
Selain jalur pengecualian pendanaan, regulasi ini memperkenalkan klausul safe harbor bersyarat yang memungkinkan penerbit token memutus keterikatan (delink) status hukum token dari kontrak investasi awalnya. Melalui mekanisme ini, aset kripto yang awalnya diterbitkan sebagai instrumen penggalangan dana dapat resmi lepas dari definisi sekuritas di bawah UU 1933 dan UU 1934 setelah jaringan atau protokolnyanya terbangun dan berfungsi secara mandiri atau autonomous, melengkapi panduan interpretasi bersama yang dirilis SEC dan CFTC pada Maret 2026.
SEC membuka masa penyerapan aspirasi publik (comment period) selama 60 hari ke depan untuk menyempurnakan draf aturan tersebut sebelum disahkan secara resmi. Peirce secara khusus mengundang masukan dari para pelaku industri mengenai peluang aset kripto menjalankan peran menyerupai ekuitas, sehingga para pemegang token dapat ikut menikmati pertumbuhan nilai dari entitas yang membangun jaringan terdesentralisasi tersebut.



