


​Struktur kekayaan keluarga Presiden Donald Trump mengalami pergeseran fundamental hanya dalam satu tahun pertama masa jabatan keduanya. Kripto kini tercatat menyumbang 20% dari total harta kekayaan mereka, sebuah angka yang setara dengan 1,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp22 triliun. Mengutip data dari Bloomberg yang dirilis Selasa (20/1), lonjakan di sektor ini menggeser dominasi aset properti tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung bisnis Trump Organization.
​Kenaikan porsi aset digital ini didorong oleh kesuksesan tiga proyek utama yang diluncurkan beriringan dengan kebijakan pro-kripto pemerintahannya. Kontribusi terbesar datang dari platform World Liberty Financial yang menghasilkan sekitar 390 juta dolar AS, disusul oleh kepemilikan pada "Trump Memecoin" senilai 280 juta dolar AS, serta saham di perusahaan penambangan American Bitcoin Corp senilai 114 juta dolar AS. Keuntungan masif di sektor kripto ini menjadi penyelamat portofolio Trump, mengingat nilai saham perusahaan medianya, Trump Media & Technology Group, justru anjlok 66% dalam setahun terakhir.
​Putra Presiden, Eric Trump, menyebut manuver ke aset kripto ini sebagai langkah strategis setelah bisnis keluarga mereka kerap dipersulit oleh perbankan konvensional akibat alasan politik. "Dibatalkan oleh bank justru membuka pintu peluang luar biasa di dunia keuangan masa depan," ujarnya. Kendati demikian, fenomena ini memicu kritik mengenai potensi konflik kepentingan, mengingat kebijakan agresif Presiden Trump dalam mendukung industri kripto turut melambungkan nilai aset-aset pribadi keluarganya sendiri secara signifikan.