asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ALLOUSDT0.4195+0.0332 ( +8.59% )
BTCUSDT62,058.9-1111.8 ( -1.76% )
HUSDT0.20818-0.02753 ( -11.68% )
HOMEUSDT0.03479+0.00501 ( +16.82% )
HYPEUSDT58.961-4.49 ( -7.07% )
MOVEUSDT0.0141+0.0002 ( +1.44% )
SAHARAUSDT0.0194-0.01562 ( -44.6% )
SENTUSDT0.01664+0.00276 ( +19.89% )
SOLUSDT65.44-1.59 ( -2.37% )
Powered by
News

Selat Hormuz Kembali Memanas: Iran Beri Peringatan Keras ke Militer Asing

User
June 10, 2026 | 02:32 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
June 10, 2026 | 02:32 WIB
Selat Hormuz Kembali Memanas: Iran Beri Peringatan Keras ke Militer Asing

​Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah insiden jatuhnya helikopter Apache milik Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz. Merespons insiden tersebut, Donald Trump menyatakan secara tegas bahwa Amerika Serikat akan segera memberikan tindakan balasan militer. Eskalasi ini memicu kekhawatiran baru di tengah kawasan yang sudah berada dalam kondisi siaga tinggi akibat ketegangan militer yang terus berlangsung antara kedua negara.

​Pada Selasa (9/6), Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Selat Hormuz bukan perairan internasional, melainkan wilayah yang dibagi antara Iran dan Oman. Araghchi mengeluarkan peringatan bahwa pasukan asing yang berada di sekitar wilayah tersebut berada dalam risiko konstan akibat potensi kesalahan manusia atau terjebak dalam baku tembak. Ia juga menegaskan bahwa Iran lebih memilih bahasa diplomasi, namun Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, turut memperingatkan bahwa Iran siap melakukan eskalasi respons jika negosiasi diplomatik menemui jalan buntu.

​Di sisi lain, negosiasi nuklir yang diharapkan menjadi jalan keluar diplomatik kini berada di titik nadir karena penolakan keras dari pihak Israel. Kepala Staf IDF, Zamir, secara terbuka menganggap hampir semua kesepakatan nuklir saat ini sebagai langkah buruk bagi keamanan mereka, sementara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa Israel mungkin harus menghadapi ancaman Iran sendirian tanpa dukungan Amerika Serikat. Perbedaan pandangan ini menciptakan ketidakpastian baru mengenai kelanjutan pembicaraan nuklir di masa depan.

​Dinamika konflik ini langsung memicu reaksi instan di market global. Saat artikel ini diterbitkan, harga Bitcoin terpantau menguat perlahan ke area $61.500 karena pasar mulai merespons kemajuan dalam negosiasi nuklir meski belum mencapai titik ideal, sementara harga minyak mentah AS (WTI) justru tertekan turun ke level $88 per barel karena munculnya peluang Selat Hormuz kembali terbuka bagi jalur perdagangan internasional.

Copiedbagikan