


​Kementerian Keuangan AS resmi mengubah sikapnya dengan mengakui bahwa alat privasi kripto, seperti pencampur token atau crypto mixers, memiliki fungsi finansial yang sah. Pengakuan ini tertuang dalam laporan kepada Kongres pada Maret 2026 bertajuk "Innovative Technologies to Counter Illicit Finance". Langkah ini menjadi bagian dari implementasi UU Stablecoin AS 2025, sekaligus menandai makin melunaknya kebijakan era Presiden Donald Trump terhadap industri kripto.
​Analis Nansen, Jake Kennis, menyebut perubahan arah ini didorong oleh semakin matangnya teknologi Zero-Knowledge (ZK) dan derasnya aliran modal institusional ke proyek privasi yang patuh regulasi. Sejalan dengan hal tersebut, Departemen Kehakiman AS (DOJ) bahkan telah menghentikan perburuan dan tuntutan terhadap para pengembang alat privasi kripto sejak Agustus lalu.
​Meski demikian, Pihak kementerian keuangan tetap mewaspadai celah pencucian uang, mengingat peretas Korea Utara sempat mengeksploitasi mixer hingga miliaran dolar. Menariknya, sikap longgar di AS ini justru sangat bertolak belakang dengan Uni Eropa yang berencana melarang total peredaran token kripto berbasis privasi seperti Zcash dan Monero mulai tahun 2027.