

.png)
.png)

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membela intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang belakangan menjadi sorotan publik.
Menurut Teddy, berbagai lawatan internasional yang dilakukan Prabowo selama sekitar 1,5 tahun terakhir telah menghasilkan manfaat konkret bagi Indonesia, terutama dalam bentuk masuknya investasi baru. Ia menyebut total investasi yang masuk mencapai sekitar Rp2.430 triliun berdasarkan data pemerintah.
Teddy menegaskan kunjungan luar negeri Presiden bukan sekadar agenda seremonial atau diplomasi simbolik, melainkan bagian dari strategi memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi dengan berbagai negara mitra.
Sebagai contoh, ia menyoroti kunjungan Prabowo ke Jepang yang menurutnya berhasil menghasilkan komitmen investasi ratusan triliun rupiah. Sebelumnya, pemerintah juga menyebut forum bisnis Indonesia-Jepang menghasilkan komitmen investasi lebih dari Rp380 triliun.
Selain investasi, Teddy menilai diplomasi luar negeri yang dijalankan Prabowo turut memperkuat posisi Indonesia dalam berbagai kerja sama internasional dan membuka peluang ekonomi jangka panjang.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap kritik yang menilai frekuensi perjalanan luar negeri Presiden terlalu tinggi. Pemerintah berpendapat efektivitas diplomasi seharusnya diukur dari hasil yang diperoleh, bukan semata dari jumlah kunjungan yang dilakukan.