

.png)
.png)

Setelah hampir dua bulan tidak ada aktivitas, satu kapal tanker LNG akhirnya berhasil melintasi Selat Hormuz.
Kapal bernama Mubaraz yang membawa gas alam cair dari Uni Emirat Arab kini dilaporkan sedang menuju China.
Sebelumnya, kapal tersebut telah menunggu sejak awal Maret di kawasan Teluk, menanti kepastian bahwa jalur pelayaran aman untuk dilalui.
Pergerakan ini menjadi yang pertama setelah periode panjang di mana tidak ada tanker LNG bermuatan yang masuk maupun keluar dari Selat Hormuz.
Sebelum konflik terjadi, rata rata tiga kapal LNG melintasi jalur ini setiap hari. Namun dalam dua bulan terakhir, hanya satu kapal yang berhasil bergerak.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan LNG global, sehingga gangguan di kawasan ini berdampak besar terhadap distribusi energi dunia.
Meski satu kapal telah melintas, kondisi belum sepenuhnya normal. Akses ke jalur tersebut masih sangat terbatas dan bersifat selektif.
Situasi ini menunjukkan bahwa kontrol terhadap lalu lintas energi masih berada di tangan pihak tertentu, dengan tidak semua negara mendapatkan akses yang sama.