


​Pemerintah Iran mengambil langkah strategis guna mempertahankan stabilitas ekonominya di tengah isolasi global. Dilansir dari Financial Times pada Kamis (1/1), Teheran mengumumkan kesiapannya menerima mata uang kripto sebagai alat pembayaran resmi untuk ekspor sistem senjata canggih.
​Langkah ini dijalankan melalui badan ekspor Kementerian Pertahanan Iran, Mindex (Ministry of Defence Export Center). Dalam dokumen resminya, Mindex menyatakan terbuka menegosiasikan kontrak militer menggunakan aset kripto, selain barter atau mata uang Rial. Platform ini bahkan menyediakan layanan chatbot untuk memandu pembeli internasional.
​Adapun alutsista yang ditawarkan mencakup rudal balistik Emad, drone Shahed, hingga kapal perang kelas Soleimani. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa metode ini adalah kebutuhan mutlak untuk memuluskan perdagangan dengan mitra seperti India dan blok BRICS tanpa hambatan perbankan internasional.
​Kebijakan ini diambil untuk menyiasati sanksi ekonomi Barat yang kian ketat serta mengatasi inflasi domestik yang meroket hingga 42,5 persen. Namun, langkah ini memicu ketegangan baru. Amerika Serikat memperingatkan potensi sanksi tambahan, sementara Donald Trump mengancam akan mengambil tindakan militer jika Iran terus memperluas program senjatanya melalui jalur pendanaan alternatif ini.