


Mantan Menteri Keuangan Inggris, Kwasi Kwarteng, menyatakan pandangan positif terhadap Bitcoin sebagai instrumen yang mampu melengkapi keterbatasan sistem finansial tradisional. Dalam wawancara terbaru (05/04), Kwarteng menyoroti ekonomi Inggris yang terjebak dalam lingkaran setan fiskal akibat pengeluaran yang melebihi pendapatan. Ia menilai bahwa kebijakan jangka pendek dan volatilitas market yang berlebihan saat ini memerlukan pendekatan ekonomi jangka panjang yang lebih terbuka terhadap aset digital.
Kwarteng menekankan bahwa sistem moneter saat ini perlu melihat bentuk aset baru seperti Bitcoin dengan pikiran terbuka untuk menambal celah insentif ekonomi. Sebagai figur yang kini menjabat sebagai ketua di perusahaan treasury Bitcoin, StackBTC, ia berargumen bahwa aset kripto dapat berfungsi sebagai komplementer yang efektif. Menurutnya, ketergantungan pada kenaikan pajak hanya akan memperlemah ekonomi, sehingga diperlukan alternatif yang lebih stabil secara fundamental bagi market.
Pandangan ini muncul di tengah ketidakpastian ekonomi global yang memicu lonjakan minat pada aset non-konvensional agar aset investor bisa segera recover. Meski adopsi Bitcoin di level kenegaraan masih memicu perdebatan, dukungan dari mantan pejabat tinggi keuangan ini memberikan sinyal kuat bagi pelaku market. Fokus kini tertuju pada sejauh mana narasi ini dapat mendorong perubahan kebijakan atau percepatan adopsi aset digital di wilayah Inggris dan sekitarnya.