asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ACEUSDT0.0959-0.0371 ( -27.9% )
BANKUSDT0.17245-0.11306 ( -39.6% )
BTCUSDT66,360.0+1166.32 ( +1.79% )
DEXEUSDT8.04-28.273 ( -77.86% )
ETHUSDT1,922.46+27.12 ( +1.43% )
HEIUSDT0.0928-0.0052 ( -5.31% )
HOMEUSDT0.00679-0.00063 ( -8.49% )
HYPEUSDT60.454-1.72 ( -2.76% )
SOLUSDT77.9+0.26 ( +0.34% )
Powered by
News - Web3

Situs Web Presiden Kenya Sempat Diretas, Pelaku Tuntut Tebusan 5 Bitcoin

User
July 20, 2026 | 05:10 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 20, 2026 | 05:10 WIB
Situs Web Presiden Kenya Sempat Diretas, Pelaku Tuntut Tebusan 5 Bitcoin

​Pemerintah Kenya tengah menyelidiki insiden pelanggaran keamanan siber yang sempat melumpuhkan situs web resmi Presiden William Ruto (president.go.ke) pada Sabtu (18/7). Dalam serangan tersebut, peretas mengubah tampilan halaman utama dengan pesan bernada menghina dan menyertakan alamat wallet kripto untuk menuntut tebusan sebesar lima Bitcoin (BTC). Pelaku juga mengancam akan membocorkan informasi rahasia pada hari yang sama jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi.

​Merespons insiden ini, Menteri Informasi, Komunikasi, dan Ekonomi Digital Kenya, William Kabogo, mengonfirmasi bahwa Otoritas TIK pemerintah langsung mengaktifkan protokol respons insiden keamanan siber. Sebagai langkah pencegahan, akses publik ke situs tersebut sempat dibatasi untuk memfasilitasi proses penahanan serangan, analisis forensik, serta upaya pemulihan. Kabogo menepis kekhawatiran publik dengan menegaskan bahwa berdasarkan penyelidikan awal, tidak ada data sensitif pemerintah yang terkompromi maupun di eksfiltrasi.

​Selain motif finansial melalui pemerasan, tindakan peretas yang meninggalkan pesan bernada menghina serta merujuk pada tiga individu tertentu mengindikasikan adanya unsur ketidakpuasan politik, motif personal, atau upaya sengaja untuk mempermalukan administrasi pemerintah di mata publik. 

Setelah proses penanganan intensif, situs web kepresidenan tersebut akhirnya berhasil dipulihkan secara penuh pada Minggu (19/7) sore, sekitar pukul 15.12 waktu setempat. Saat ini, tim teknis pemerintah bersama Komite Koordinasi Kejahatan Siber dan Komputer Nasional (NC4) masih melanjutkan investigasi untuk mengungkap celah keamanan dan identitas peretas.

Copiedbagikan