asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT59,911.3-970.46 ( -1.59% )
ETHUSDT1,573.97-41.24 ( -2.55% )
HUSDT0.05747-0.01125 ( -16.37% )
HEIUSDT0.1589+0.0403 ( +33.98% )
HYPEUSDT64.433+1.57 ( +2.49% )
MUSDT0.940243-1.757728 ( -65.15% )
QUICKUSDT0.00762-0.00253 ( -24.93% )
SOLUSDT67.05-0.52 ( -0.77% )
SYNUSDT0.37856+0.0444 ( +13.27% )
Powered by
News - Web3

Standard Chartered Prediksi AAVE Tembus $3.500, Sinyal DeFi Makin Dilirik Perbankan

User
June 26, 2026 | 02:15 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
June 26, 2026 | 02:15 WIB
Standard Chartered Prediksi AAVE Tembus $3.500, Sinyal DeFi Makin Dilirik Perbankan

DeFi kini tidak lagi sekadar menjadi instrumen spekulasi, melainkan mulai dihitung sebagai aset produktif oleh institusi keuangan global. Raksasa perbankan Standard Chartered melakukan riset terhadap AAVE dan menetapkan target harga jangka panjang sebesar $3.500 per token AAVE pada akhir tahun 2030. Angka ini merepresentasikan potensi kenaikan hingga 50 kali lipat dari harga perdagangan saat ini yang berada di kisaran $70–$76.

Bagi trader maupun investor, daya tarik utama dari laporan Standard Chartered ini terletak pada metode valuasinya. Bank tersebut menggunakan metode analisis Discounted Cash Flow (DCF) sebuah kerangka keuangan konvensional yang biasanya digunakan untuk menghitung nilai wajar bank, perusahaan pialang, dan asuransi tradisional. Langkah berani ini diambil setelah protokol pinjaman on-chain Aave berhasil membuktikan konsistensi performanya dengan membukukan pendapatan sebesar $907 juta sepanjang tahun 2025, serta mengantongi $333 juta year-to-date hingga pertengahan Juni 2026.

Laporan ini juga menjadi angin segar bagi para holder token ini. Model bisnis Aave kian solid berkat pengaktifan proposal tata kelola fee switch yang mengalihkan 100% pendapatan produk langsung ke treasury komunitas (Aave DAO). Struktur ini memberikan hak klaim nilai ekonomi yang jelas bagi investor layaknya pemegang saham. Meskipun industri DeFi sempat menghadapi tantangan keamanan akibat insiden peretasan Bridge KelpDAO pada April lalu, Standard Chartered menilai fundamental Aave tetap kokoh, terutama dengan adanya rencana ekspansi ke sektor tokenisasi aset dunia nyata RWA lewat program Aave Horizon.

Copiedbagikan