Standard Chartered memproyeksikan token Arbitrum (ARB) berpotensi melesat hingga 70 kali lipat ke level $10 pada akhir 2030, Selasa (15/9). Target ambisius dari posisi saat ini di kisaran $0,13 tersebut dinilai berpeluang melampaui laju pertumbuhan harga Bitcoin maupun ETH sepanjang periode yang sama.
​Kepala Riset Aset Digital Standard Chartered, Geoff Kendrick, menyatakan penggerak utama lonjakan ini adalah peran Arbitrum sebagai infrastruktur adopsi blockchain bagi lembaga keuangan tradisional (TradFi). Lewat skema Arbitrum Expansion Program (AEP), jaringan ini mengantongi bagian pendapatan bergulir sebesar 10% dari ekosistem eksternal yang memanfaatkan tumpukan teknologinya. Bank juga menetapkan target kenaikan bertahap ARB di level $0,50 pada akhir 2026, $1,50 pada 2027, $3,50 pada 2028, dan $6,50 pada 2029.
​Keberhasilan integrasi Robinhood Chain sejak Juli lalu menjadi katalis nyata, menghasilkan rata-rata pendapatan harian $2,8 juta dan mendongkrak total pendapatan bulanan Arbitrum lebih dari lima kali lipat. Selain itu, potensi valuasi Arbitrum ditopang oleh pesatnya pertumbuhan aset dunia nyata tertokenisasi (real-world assets) yang diproyeksikan menembus nilai $4 triliun pada akhir 2028.



