


Founder Aave, Stani Kulechov, menegaskan bahwa revenue yang konsisten dan berkelanjutan merupakan indikator paling krusial bagi masa depan sektor DeFi. Melalui unggahan di akun X miliknya pada Minggu (24/5), ia menyatakan bahwa revenue yang stabil menjadi bukti konkret bahwa sektor DeFi mampu berevolusi dari sekadar spekulasi token menjadi entitas bisnis jangka panjang dengan neraca keuangan yang kokoh.
​Guna merealisasikan target tersebut, strategi Aave dalam 12 bulan ke depan akan fokus memperluas serta mendiversifikasi arus revenue. Langkah taktis ini mencakup peningkatan margin melalui optimalisasi token GHO serta melakukan scaling basis pengguna lewat Aave App sebagai lapisan distribusi utama yang dimiliki oleh pemegang token $AAVE.
​Bersamaan dengan itu, Kulechov mengkritik keras market yang selalu silau dengan angka TVL besar sebagai ukuran kesuksesan. Menurutnya, TVL tinggi itu menipu karena hanya menunjukkan modal yang mengendap, bukan aktivitas bisnis yang menghasilkan uang. Membandingkan Aave dengan bank tradisional SoFi, ia menegaskan bahwa kesehatan sebuah protokol seharusnya dinilai dari seberapa besar perputaran dana dan arus keuntungan riil yang masuk, bukan dari sekadar metrik angka TVL.