


Proyek blockchain Story Protocol resmi mengumumkan langkah rebrand besar-besaran menjadi DATA Network sekaligus mengubah namanya menjadi The DATA Foundation. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO sekaligus President The DATA Foundation, Andrea Muttoni, melalui akun X resminya pada Kamis (25/6). Sejalan dengan perubahan fokus bisnis ini, token mereka yang semula menggunakan ticker $IP kini resmi bermigrasi menjadi $DATA dengan rasio penukaran otomatis 1:1.
​Muttoni menegaskan bahwa di saat banyak pihak menjauh dari industri kripto, timnya justru berkomitmen memaksimalkan fungsi fundamental teknologi blockchain sebagai ledger yang tidak dapat diubah dan dapat diaudit secara transparan. Fokus utama jaringan kini diarahkan untuk melacak asal-usul, persetujuan pemilik, serta ketentuan data yang dikontribusikan oleh manusia untuk pelatihan AI. Langkah ini diambil guna membawa transparansi pada dataset AI garis depan yang selama ini dinilai terlalu tertutup.
​Keputusan pivot ini diambil setelah mengevaluasi dinamika market sepanjang tahun 2025, di mana industri hiburan konvensional cenderung sangat protektif terhadap aset mereka sehingga berbenturan dengan sifat protokol terbuka. Langkah ini diperkuat oleh kesuksesan proyek inkubasi mereka, Poseidon, sebuah protokol pemrosesan data AI yang sukses mengamankan pendanaan awal sebesar $15 juta dari a16z Crypto untuk mengubah data mentah menjadi dataset siap latih.
​Untuk mendukung misi ini, DATA Foundation membangun ekosistem aplikasi solid mulai dari Kled yang merupakan marketplace data manusia berbasis opt-in terbesar di dunia, Numo, serta platform seperti Oto dan Miso. Ekosistem ini dirancang agar seluruh data kontribusi pengguna dapat diaudit secara transparan. Melalui kemitraan dengan Kled saja, lebih dari 1,5 miliar aset digital akan langsung diregistrasikan ke jaringan DATA Network melalui platform audit publik bernama Trace.