asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ACTUSDT0.01281+0.00081 ( +6.75% )
BTCUSDT60,507.0+982.16 ( +1.65% )
ETHUSDT1,630.17+60.56 ( +3.86% )
HEIUSDT0.1477+0.0193 ( +15.03% )
HYPEUSDT66.355+3.6 ( +5.73% )
IAGUSDT0.02486-0.0033 ( -11.72% )
MANTAUSDT0.08024-0.01411 ( -14.96% )
SOLUSDT75.28+3.89 ( +5.45% )
TACUSDT0.05897+0.03746 ( +174.15% )
Powered by
News - Web3

Strategy Luncurkan Bitcoin Monetization Program, Buka Peluang Jual BTC senilai $1,25 Miliar

User
June 30, 2026 | 00:21 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
June 30, 2026 | 00:21 WIB
Strategy Luncurkan Bitcoin Monetization Program, Buka Peluang Jual BTC senilai $1,25 Miliar

Strategy resmi mengumumkan perombakan fundamental dalam manajemen keuangan mereka. Melalui rilis resmi bertajuk Digital Credit Capital Framework pada Senin (29/6), entitas besutan Michael Saylor ini secara mengejutkan mengonfirmasi pengesahan Program Monetisasi BTC. Kebijakan ini secara resmi memberikan lampu hijau bagi perusahaan untuk menjual sebagian cadangan Bitcoin mereka di market. Langkah ini menandai pergeseran monumental dari narasi pantang jual atau HODL yang selama ini menjadi identitas utama perusahaan di mata para investor kripto.

​Keputusan menjual Bitcoin ini ditujukan untuk membiayai serangkaian manuver agresif di market modal demi menjaga stabilitas ekuitas mereka. Berdasarkan dokumen tersebut, Strategy menargetkan penjualan BTC hingga $1,25 miliar, setara dengan sekitar 20.800 BTC atau 2,5 persen dari total 847.363 BTC yang mereka miliki guna membangun cadangan kas tunai. Selain itu, program ini juga mengizinkan penjualan BTC untuk menaikkan dividen saham preferen $STRC dari 11,5% menjadi 12%, serta mengeksekusi program buyback saham tanpa batas waktu bernilai total $2 miliar yang dibagi rata untuk saham biasa dan preferen.

​Michael Saylor menegaskan bahwa meskipun Bitcoin tetap menjadi aset cadangan utama, instrumen kredit yang diterbitkan perusahaan kini menuntut likuiditas dan disiplin manajemen modal yang lebih aktif. Perubahan status Bitcoin dari sekadar aset simpanan menjadi instrumen likuid pendukung operasional ini diharapkan mampu melindungi nilai ekuitas perusahaan secara jangka panjang.

Copiedbagikan