

.png)
.png)

Industri aset digital mencatat kerugian besar akibat serangan siber dalam satu dekade terakhir.
Data menunjukkan bahwa lebih dari $17 miliar telah hilang dari total 518 kasus peretasan kripto dalam 10 tahun terakhir.
Angka ini mencerminkan tingginya risiko keamanan di ekosistem kripto, terutama seiring meningkatnya nilai aset dan kompleksitas infrastruktur blockchain.
Sebagian besar serangan menargetkan exchange, protokol DeFi, serta bridge antar jaringan yang memiliki kerentanan teknis.
Selain eksploitasi smart contract, banyak kasus juga melibatkan kesalahan konfigurasi sistem dan kelemahan manajemen keamanan.
Besarnya nilai kerugian menunjukkan bahwa keamanan masih menjadi tantangan utama dalam industri ini.
Di sisi lain, pelaku industri terus meningkatkan standar proteksi, termasuk audit smart contract, penggunaan multi-signature, serta sistem monitoring on-chain.
Regulator juga mulai memperketat pengawasan untuk mengurangi risiko kejahatan siber di sektor aset digital.
Meski demikian, angka kerugian yang besar ini menjadi pengingat bahwa inovasi teknologi harus diimbangi dengan sistem keamanan yang kuat.