Chairman Bitmine Thomas Lee menilai respons stabil pasar kripto pasca-insiden peretasan bursa Binance senilai $6,3 miliar menjadi bukti menguatnya daya tahan industri aset digital terhadap serangan siber skala besar. Insiden infiltrasi infrastruktur oleh peretas yang diidentifikasi FBI berasal dari Korea Utara tersebut hanya memicu penurunan harga Ethereum sebesar 4 persen, jauh lebih moderat dibandingkan dampak peretasan ByBit pada 2025 lalu yang menekan ETH hingga 20 persen.
​Dalam keterangannya per Senin (02/11), Lee memaparkan enam alasan utama di balik tenang respons pasar, di antaranya kemampuan finansial Binance yang memadai untuk menanggung seluruh kerugian pengguna, tiadanya efek domino pada protokol DeFi, serta tindakan cepat industri yang berhasil memangkas potensi kerugian hingga 50 persen. Penafsiran cepat dari pihak kepolisian AS dalam mengidentifikasi pelaku dalam kurun dua hari juga dinilai meningkatkan kepercayaan investor.
​Lee menambahkan bahwa keterbatasan dampak penurunan harga di tengah aksi peretasan bernilai fantastis ini mengindikasikan bahwa siklus pasar bergairah (bull market) sedang berlangsung. Menurutnya, industri kripto saat ini makin dewasa dan tangguh dalam menyerap dampak serangan siber tingkat negara (nation-state assault) terhadap infrastruktur keuangan digital.



