Tim peneliti dari firma riset kriptografi allocinit resmi mengenalkan proposal baru bernama Shielded Bitcoin pada Rabu (23/9). Inovasi ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi transfer dana secara privat langsung menggunakan jaringan Layer 1 (L1) Bitcoin. Keunggulan utamanya terletak pada skema privasi yang dapat berjalan tanpa memerlukan soft fork, pembuatan blockchain baru, peran perantara, maupun penggunaan mekanisme bridge.
​Dalam sistem ini, nilai Bitcoin direpresentasikan melalui notes terenkripsi yang ditransfer menggunakan Zero-Knowledge Proofs (ZKP) guna menyembunyikan identitas pengirim, penerima, serta jumlah nominal dana. Jaringan Bitcoin L1 hanya berfungsi sebagai storage dan pemutus urutan data terenkripsi tersebut. Sementara itu, proses verifikasi proofs serta perhitungan status Shielded Bitcoin dilakukan secara terpisah oleh perangkat lunak indekser off-chain.
​Proses penyimpanan dan penarikan dana dari sistem shielded ini memanfaatkan mekanisme vault keamanan L1 berbasis protokol PIPEs. Pengguna cukup mengunci BTC publik mereka ke dalam repositori privat terenkripsi, melakukan transfer secara anonim, dan memindahkannya kembali ke alamat publik baru (peg-out). Langkah ini secara efektif memutus rantai jejak analisis on-chain secara total.
​Secara logika dasar, mekanisme ini memiliki kemiripan dengan fungsi mixer pada Tornado Cash, namun seluruh prosesnya berjalan tanpa perantara. Dokumen paper ilmiah lengkap mengenai mekanisme ini telah dipublikasikan secara resmi di situs web allocinit, sehingga trader maupun investor dapat mempelajari arsitektur teknis dan potensi dampaknya terhadap ekosistem Bitcoin secara langsung.



