Founder Ethereum, Vitalik Buterin, mengembangkan sistem keamanan paranoid mode untuk harness agen kecerdasan buatan miliknya guna mencegah penyedia model AI melacak identitas maupun riwayat transaksi pengguna. Melalui unggahan di platform X pada Jumat (17/10), Vitalik menjelaskan bahwa sistem ini mengombinasikan daemon berkemampuan OpenAI API, rute jaringan Tor, lalu lintas penyamar (cover traffic), serta teknologi zkAPI. Integrasi ini memastikan setiap sesi percakapan mendapatkan sirkuit Tor dan pembayaran terpisah tanpa terhubung ke akun pengguna.
​Mekanisme privasi ini mengandalkan zkAPI, protokol eksperimental garapan Open Anonymity bersama Ethereum Foundation yang memanfaatkan bukti zero-knowledge untuk memverifikasi pembayaran ETH tanpa membuka asal deposit on-chain. Setiap prompt diubah secara lokal sebelum dikirim ke penyedia AI, sementara seluruh aktivitas agen dibatasi dalam sandbox berbasis torsocks untuk mencegah kebocoran lalu lintas data di luar jaringan anonim.
​Meski menilai sistem ini kian praktis, Buterin mengakui adanya peningkatan latency saat memulai sesi baru. Ia menambahkan bahwa Tor belum ideal untuk AI karena cover traffic masih rentan jika penyedia layanan berkolusi dengan guard node Tor. Untuk menekan biaya transaksi di jaringan utama Ethereum, pembaruan zkAPI mendatang dipastikan bakal memangkas biaya gas deposit dan penarikan secara signifikan.



