Vitalik Buterin menyatakan bahwa ekosistem Ethereum kini sudah bisa berjalan secara mandiri dan semakin bertumbuh melampaui ketergantungan pada sosok pendirinya. Berbicara dalam ajang Network State Conference 2026 di Singapura pada 9 Oktober, ia menekankan bahwa masa depan jaringan blockchain ini bertumpu pada model kepemimpinan terdistribusi yang melibatkan seluruh elemen ekosistem secara luas, bukan lagi bergantung pada dirinya atau figur founder yang lain.
​Langkah konkret menuju kemandirian tersebut diwujudkan melalui perampingan struktural Ethereum Foundation. Dalam arah kebijakan baru, Ethereum Foundation (EF) kini dirancang berukuran lebih kecil dan membatasi fokus operasionalnya secara ketat pada empat pilar utama, yaitu ketahanan sensor, perangkat lunak sumber terbuka, privasi, serta keamanan jaringan.
​Untuk menguji ketahanan struktur ini, Vitalik memperkenalkan standar baku yang disebut sebagai uji kelayakan berjalan. Melalui standar tersebut, protokol Ethereum harus tetap mampu beroperasi secara berkelanjutan dan optimal melalui kontribusi eksternal, bahkan jika figur inti berhenti berpartisipasi dalam pengembangan.
​Pergeseran struktural ini turut didukung oleh pemanfaatan kecerdasan buatan yang diproyeksikan mampu mempercepat peta jalan Lean Ethereum. Dengan menyusutnya pengaruh personal serta semakin fokusnya peran yayasan, ruang gerak bagi tim dan kelompok riset independen terbuka lebar untuk mengambil alih kendali pengembangan protokol secara penuh.



