​Saham-saham perusahaan yang terafiliasi dengan aset kripto di bursa AS melonjak tajam pada perdagangan akhir pekan, Jumat (18/9). Penguatan signifikan ini dipicu oleh terbitnya izin bersyarat dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk perdagangan saham tertokenisasi, serta relaksasi aturan dari regulator komoditas AS (CFTC) yang mendongkrak selera risiko investor.
​Lonjakan dipimpin oleh saham bursa kripto Coinbase (COIN) yang ditutup melesat hampir 11,7% dan perusahaan treasury Strategy Inc. (MSTR) yang melonjak hingga 16,4%. Penguatan dua digit juga melanda emiten mining kripto, dengan MARA Holdings (MARA) naik hampir 13,8% dan Bit Digital (BTBT) melambung 13,1%, disusul kenaikan saham broker Robinhood (HOOD) sebesar 9,1%.
​Katalis utama reli ini bermula dari peluncuran kebijakan Innovation Exemption oleh SEC, yang memberi kelonggaran lima tahun bagi platform sekuritas tertokenisasi untuk memperdagangkan saham publik AS secara on-chain. Pada saat bersamaan, CFTC menerbitkan posisi no-action bagi penyedia software pasif. Langkah kedua regulator ini menepis kekhawatiran publik setelah pembahasan RUU CLARITY Act sempat tersendat di Senat AS.
​Reli saham kripto ini bahkan melaju lebih kencang dibanding aset kriptonya sendiri, kendati Bitcoin juga berhasil naik menembus $80.000. Sentimen positif kian kuat seiring kembalinya net inflow senilai $160 juta ke ETF spot. Keberlanjutan momentum ini patut dicermati saat pembukaan market awal pekan ini.



