


​Peluncuran mainnet Robinhood Chain yang telah beroperasi selama sepekan mulai menunjukkan dampak terhadap aktivitas ekosistem Arbitrum. Data dari Entropy Advisors mencatat volume perdagangan harian pada jaringan baru tersebut mencapai $568 juta pada Rabu (8/7/2026), diikuti dengan volume $350 juta pada Kamis (9/7). Mayoritas aktivitas ini didorong oleh perdagangan aset kripto dan deposit stablecoin yang kini telah menembus angka $260 juta.
​Sentimen positif dari operasional jaringan ini kemudian tercermin pada pergerakan harga token asli Arbitrum (ARB), yang mencatatkan kenaikan 19% dalam 24 jam terakhir. Di balik kenaikan tersebut, Steven Goldfeder, salah satu pendiri Offchain Labs, menjelaskan adanya mekanisme pembagian pendapatan antara Robinhood Chain dan ekosistem Arbitrum. Sebanyak 10% dari biaya yang terkumpul di jaringan Robinhood Chain dialokasikan kembali ke ekosistem Arbitrum; dengan rincian 8% masuk ke treasury, dan 2% sisanya untuk pendanaan pengembangan ekosistem.
​Saat ini, jaringan Robinhood Chain telah terintegrasi dengan Robinhood wallet, yang memungkinkan pengguna melakukan bridging aset dari jaringan lain seperti Solana, Ethereum, dan Arbitrum untuk bertransaksi. Meskipun volume transaksi awal cukup signifikan, keberlanjutan pendapatan dari aktivitas ini ke depan masih akan bergantung pada adopsi pengguna, termasuk rencana perusahaan untuk memperluas akses ke saham yang ditokenisasi dan berbagai aplikasi DeFi lainnya.