

.png)
.png)

Risalah rapat terbaru Federal Reserve (The Fed) mengungkapkan bahwa pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai dipandang sebagai salah satu sumber tekanan inflasi yang berpotensi bertahan dalam jangka panjang.
Dalam risalah tersebut, para pejabat bank sentral AS sepakat bahwa suku bunga mungkin perlu dinaikkan kembali apabila tekanan inflasi tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Menurut mereka, berbagai faktor struktural, termasuk lonjakan investasi pada sektor AI, dapat memengaruhi dinamika harga di perekonomian.
The Fed menilai ledakan investasi pada infrastruktur AI, seperti pembangunan pusat data, pembelian chip semikonduktor, serta peningkatan konsumsi energi, berpotensi mendorong kenaikan biaya di berbagai sektor. Kondisi tersebut dapat membuat inflasi lebih sulit kembali ke target bank sentral.
Selain itu, tingginya belanja modal perusahaan teknologi untuk mengembangkan kecerdasan buatan dinilai turut meningkatkan permintaan terhadap tenaga kerja, komponen elektronik, dan sumber daya lainnya. Jika permintaan tersebut terus meningkat sementara pasokan masih terbatas, tekanan harga dapat bertahan lebih lama.