


Donald Trump resmi mengeluarkan peringatan keras kepada Iran terkait keamanan personel militer AS. Melalui pernyataan resmi di platform Truth Social pada Senin (20/7), Trump menegaskan bahwa setiap kematian tentara Amerika Serikat akibat tindakan Iran akan dibalas dengan ganjaran yang berlipat ganda.
​Arahan tegas ini telah disampaikan langsung kepada jajaran tertinggi militer Amerika Serikat. Trump menyatakan bahwa perintah tersebut sudah diteruskan secara resmi kepada Menteri Perang Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Daniel Caine, serta seluruh pemimpin militer lainnya untuk memastikan kesiapan penuh.
​Selain peringatan militer, Trump juga memberikan jaminan perlindungan mutlak bagi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia memastikan bahwa Netanyahu tidak akan ditangkap dalam bentuk atau cara apapun selama berada di wilayah Amerika Serikat. Pembelaan ini diberikan karena Trump menilai Netanyahu merupakan sosok yang secara aktif sedang berjuang melawan Iran.
​Lebih lanjut, Trump melontarkan tuduhan tajam terhadap Iran dengan menyebut negara tersebut baru-baru ini telah membunuh 52.000 demonstran tak bersalah. Ia juga menuduh Iran telah menghabiskan waktu selama 47 tahun terakhir untuk membunuh tentara Amerika Serikat dan pihak-pihak lainnya.
​Menurut Trump, pihak yang seharusnya ditangkap bukanlah Netanyahu, melainkan para pemimpin yang telah membawa Iran ke dalam kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menegaskan bahwa masalah terkait rezim Iran ini adalah hal yang seharusnya sudah ditangani dan diselesaikan sejak bertahun-tahun lalu oleh para presiden Amerika Serikat terdahulu.