asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.7368-0.027 ( -3.54% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT84,711.7+965.59 ( +1.15% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,702.51+12.51 ( +0.47% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT87.1-3.93 ( -4.32% )
tether usd iconmoonriver iconMOVRUSDT2.854+0.737 ( +34.81% )
tether usd iconnomina iconNOMUSDT0.002738+0.000386 ( +16.41% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT118.15-0.23 ( -0.19% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT1.1742+0.0063 ( +0.54% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.4929+0.0006 ( +0.04% )
Powered by
powered by triv
News

Trump Buka Peluang Opsi Pencabutan Sanksi Iran Demi Negosiasi Nuklir

User
September 28, 2026 | 23:40 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
September 28, 2026 | 23:40 WIB
Trump Buka Peluang Opsi Pencabutan Sanksi Iran Demi Negosiasi Nuklir

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan bersedia mempertimbangkan pelonggaran sanksi ekonomi serta pencairan aset negara yang dibekukan bagi Iran. Informasi ini beredar pertama kali pada Senin (28/9) dari Barak Ravid, seorang jurnalis koresponden CNN dan Axios, yang kemudian diberitakan lebih lanjut oleh CNN dan Al Jazeera. Langkah kompromi ini siap diambil Amerika Serikat dengan syarat Iran menunjukkan kemajuan serta komitmen riil terkait negosiasi isu nuklir.

​Seorang pejabat senior Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Trump siap memberikan pelonggaran sanksi dan akses kembali atas dana yang dibekukan jika Iran bersedia menyetujui pembatasan program nuklirnya. Sinyal ruang diplomasi ini memberikan sedikit angin segar di tengah kebuntuan relasi geopolitik kedua negara dalam beberapa waktu terakhir.

​Kendati demikian, rumor pelonggaran sanksi ini belum mendapatkan konfirmasi atau rilis dokumen resmi dari kedua belah pihak. Pihak Iran sebelumnya menegaskan posisi mereka untuk tetap bertahan pada syarat utama pencabutan blokade laut dan sanksi sebelum menyetujui kesepakatan damai jangka panjang di kawasan Selat Hormuz.

​Di tengah bergulirnya spekulasi diplomasi tersebut, pergerakan harga energi di pasar global terpantau relatif terkendali. Harga minyak mentah acuan Brent bertahan di level $105 per barel, sementara minyak mentah pasar Amerika Serikat (WTI/Crude Oil) berada di kisaran $92 per barel seiring pelaku pasar yang masih mencermati kejelasan arah kebijakan kedua negara.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

Data CPI Bulan Agustus Rilis, Inflasi AS Tetap di 3,4%
News - Breaking News
September 11, 2026 | 19:34 WIB