


Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, melalui unggahan di Truth Social pada Senin (4/5) waktu setempat. Dengan menyertakan ilustrasi satir, Trump menegaskan bahwa kebijakan moneter yang terlambat merupakan bencana bagi perekonomian Amerika Serikat. Kritik ini mencuat seiring lonjakan imbal hasil obligasi 10-tahun yang mendekati level 4,50% serta rata-rata bunga KPR yang kini melampaui 6,5%.
​Tekanan terhadap Jerome Powell semakin memuncak menjelang berakhirnya masa jabatan beliau pada 15 Mei 2026. Pekan lalu, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 3,50% - 3,75% melalui pemungutan suara yang mencatatkan jumlah oposisi internal terbanyak sejak 1992. Sementara itu, kandidat pilihan Trump, Kevin Warsh, dijadwalkan akan mengikuti pemungutan suara penuh di Senat pada pekan depan untuk menentukan arah kepemimpinan bank sentral AS selanjutnya.
​Ketidakpastian kebijakan moneter ini diperparah oleh eskalasi geopolitik di Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga minyak Brent sebesar 5,95% ke level $114,61. Kombinasi antara inflasi energi dan transisi kepemimpinan di The Fed menciptakan tekanan signifikan pada sentimen market kripto dan pasar modal global.