Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah menyepakati penghentian dana bantuan tahunan sebesar $4 miliar kepada Israel mulai akhir 2026. Dalam wawancara bersama Fox & Friends pada Selasa (03/11), Trump menyebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menyetujui usulan tersebut. Menurutnya, Israel merupakan negara maju yang mampu membiayai kebutuhan militernya sendiri.
​Pengumuman tersebut langsung dibantah oleh pejabat senior dan lembaga keamanan Israel. Pihak Tel Aviv mengaku tidak tahu-menahu mengenai kesepakatan pemutusan bantuan dana tersebut. Otoritas Israel menilai Trump salah ucap karena nota kesepahaman kerja sama pertahanan kedua negara masih berlaku hingga 2028.
​Isu penghentian bantuan ini mengemuka di tengah meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah. Israel dikabarkan menyampaikan laporan intelijen kepada AS terkait dugaan rencana penggunaan senjata kimia oleh Iran. Namun, laporan tersebut ditanggapi skeptis oleh pejabat AS dan negara kawasan Teluk, yang mencurigai isu ini diangkat untuk memicu aksi militer balasan ke Iran.
​Meski mengklaim akan menghentikan bantuan hibah rutin, Trump menegaskan AS tetap membuka akses penjualan senjata komersial serta bantuan darurat jika Israel membutuhkannya di masa depan.



