Donald Trump mengeklaim telah melenyapkan ancaman nuklir Iran "hanya dalam satu malam", meskipun sebelumnya ia sempat memperkirakan butuh waktu 4 hingga 6 minggu. Klaim tersebut disampaikan langsung melalui unggahan di platform Truth Social pada Kamis (1/10). Ia menegaskan bahwa sisa waktu yang ada saat ini hanya difokuskan untuk memastikan kondisi tersebut tetap stabil dan mencegah Amerika Serikat harus kembali terlibat dalam konflik di Iran.
​Pernyataan tersebut dikeluarkan di tengah situasi di mana Iran dilaporkan telah kehilangan sebagian besar daya tawar geopolitiknya seiring pulihnya arus pasokan minyak yang kembali mendekati level sebelum perang. Meski demikian, eskalasi militer tetap membayangi kawasan menyusul laporan The Wall Street Journal yang menyebutkan adanya ekspektasi bahwa Washington berencana melanjutkan operasi pengeboman terhadap Iran paling lambat pada akhir November mendatang.
​Menanggapi situasi ini, Trump menyatakan bahwa dirinya kini memegang kendali atas langkah penentuan selanjutnya terhadap rezim tersebut. Melalui ultimatum yang keras, ia menegaskan bahwa Iran dihadapkan pada dua pilihan mutlak: segera menandatangani perjanjian baru atau menghadapi kehancuran total tanpa ada ruang kompromi.



