

.png)
.png)

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa lonjakan harga minyak di Amerika Serikat sepenuhnya disebabkan oleh tindakan Iran dalam konflik yang sedang berlangsung.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa kenaikan harga energi dalam jangka pendek merupakan dampak langsung dari kebijakan dan aksi pemerintah Iran. Ia menyebut gangguan terhadap jalur distribusi energi global sebagai faktor utama yang mendorong harga minyak naik.
Konflik antara AS dan Iran dalam beberapa pekan terakhir memang telah mengganggu pasokan minyak dunia, terutama akibat ketegangan di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan energi global. Gangguan ini mendorong harga minyak melonjak dan berdampak pada kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.
Dalam pidato resminya, Trump juga mengaitkan kenaikan harga bensin domestik dengan serangan Iran terhadap kapal tanker serta gangguan distribusi energi internasional.
Selain itu, eskalasi konflik dan ancaman terhadap infrastruktur energi telah meningkatkan premi risiko di pasar minyak, sehingga harga energi menjadi lebih volatil.
Kenaikan harga minyak ini turut berdampak pada inflasi serta biaya hidup masyarakat, khususnya di sektor transportasi dan logistik.
Pernyataan Trump mencerminkan upaya pemerintah AS untuk menempatkan tanggung jawab atas tekanan energi global pada Iran, di tengah situasi geopolitik yang semakin memanas.