


​Donald Trump secara terbuka mengumumkan bahwa militer AS akan menghantam Iran dengan sangat keras malam ini. Melalui pernyataan resmi di platform Truth Social miliknya pada Kamis (11/6) pagi waktu setempat, Trump mengklaim bahwa seluruh kekuatan pertahanan Iran mulai dari Angkatan Laut, Angkatan Udara, radar, antipesawat, hingga kemampuan ofensifnya telah hancur total.
​Fokus utama Washington kini bergeser ke arah penguasaan sektor energi. Dalam unggahan tersebut, Trump mengumumkan rencana agresif militer AS untuk merebut Pulau Kharg, yang merupakan salah satu titik terminal ekspor minyak paling vital milik Iran, dalam waktu dekat. Tidak sekadar melumpuhkan aset militer, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih kendali penuh atas market minyak dan gas di negara tersebut. Penguasaan paksa ini disamakan oleh Trump dengan gaya intervensi komoditas di Venezuela, yang diklaimnya sukses mengamankan kendali penuh atas infrastruktur minyak dan gas.
​Sebagai informasi, Pulau Kharg yang berukuran sepertiga dari Pulau Manhattan dan terletak di Teluk Persia merupakan urat nadi ekonomi Teheran yang mengendalikan sekitar 90% ekspor minyak mentah Iran, atau setara dengan 1,5 hingga 2 juta barel per hari.
​Meskipun Trump mengonfirmasi bahwa eskalasi serangan malam ini akan jauh lebih besar dan kuat, ia menegaskan dalam wawancaranya bersama Fox News bahwa dirinya tidak ingin mengerahkan pasukan darat. Trump juga menambahkan bahwa operasi militer ini sedapat mungkin menghindari infrastruktur sipil seperti jembatan dan pembangkit listrik agar tidak memutus akses air minum bagi warga setempat.