


​Presiden Donald Trump menegaskan keinginannya untuk terlibat dalam menentukan suksesi Pemimpin Tertinggi Iran. Dalam wawancara pada Kamis (5/3), Trump menyatakan bahwa putra kedua Khamenei, Mojtaba, tidak dapat diterima sebagai pengganti. Ia memperingatkan bahwa jika Iran tetap melantik pemimpin yang meneruskan garis kebijakan lama, Amerika Serikat kemungkinan akan kembali terlibat perang dalam lima tahun ke depan.
​Trump menilai Mojtaba tidak kompeten dan ingin melihat pemimpin baru yang bisa membawa perdamaian serta membangun Iran tanpa senjata nuklir. Selain itu, ia juga menyatakan dukungannya jika kelompok Kurdi melakukan serangan terhadap Iran guna melemahkan rezim saat ini. Langkah ini diambil untuk memastikan pemimpin masa depan Iran sejalan dengan visi stabilitas regional yang diinginkan Washington.
​Pernyataan ini langsung memicu reaksi di market global, dengan indeks ketakutan (VIX) melonjak ke kisaran 23%. Investor kini dalam posisi waspada tinggi karena ketegangan ini berpotensi mengganggu stabilitas harga minyak dan aset risiko lainnya. Meskipun Bitcoin sempat stabil, arah kebijakan luar negeri AS yang keras terhadap Iran diprediksi akan memperpanjang volatilitas di seluruh sektor keuangan.